Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia

Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia
Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia - Belum lama ini spotify berhasil menorehkan rekor baru, yaitu melewati apple musik dalam hal jumlah pengguna berbayar di seluruh dunia. Pada April 2019 ada lebih dari 100 juta pengguna berlangganan spotify premium, dua kali lebih banyak dari pelanggan berbayar Apple music.

Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia


Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia
Spotify kini jadi salah satu layanan streaming musik terbesar di dunia, tapi sayangnya ada satu hal yang mengganjal. Spotify masih merugi. Walau jumlah penggunanya terus bertambah, spotify masih kehilangan uang di Kuartal pertama 2019 sebesar 2,3 triliun rupiah. Sebenarnya ini sedikit membaik dari kerugian di Kuartal pertama 2018 yang sebesar 2,8 triliun rupiah, tapi rugi tetaplah rugi. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia

Anggap saja musik yang disiarkan Spotify pada platformnya adalah donat. Untuk menjual donat, mereka harus membeli tepung dan gula dulu sebagai bahan utamanya. Dalam kasus Spotify, tepung dan gula dikuasai oleh segelintir pemasok, yaitu para label rekaman. Model bisnis yang di jalankan Spotify membuat mereka punya ketergantungan tinggi pada label rekaman yang menyediakan konten.

Masalahnya, label rekaman mempunyai hak eksklusif atas koleksi musik yang dihasilkan oleh para musisi di bawah naungannya. Mereka akan meminta royalti pada pihak-pihak eksternal yang menjual atau mengedarkan musik koleksi musik masing-masing. Seiring bertambahnya jumlah pelanggan premium, penghasilan yang didapat pun ikut bertambah.

Baca juga: Hi App, Aplikasi Buatan Anak Negeri Pengganti Whatsapp

Tapi Yang perlu digarisbawahi adalah seiring kenaikan jumlah pengguna, biaya-biaya yang harus dibayar ke label rekaman juga ikut bertambah. Laporan keuangan spotify menunjukkan, porsi dari royalti dan biaya-biaya pokok lain yang harus dibayar tiap Kuartal mencapai 75% dari total pendapatan nya. Dengan sisa laba kotor yang hanya seperempat dari pendapatan, mereka masih harus membayar biaya operasional, biaya modal, dan pajak.
Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia

Selain angkanya lebih besar dibanding laba kotor perusahaan, nominanya pun kian bertambah seiring kenaikan angka pengguna. Dengan Margin yang terlalu tipis dan biaya yang terus membengkak, tak heran spotify hingga kini belum bisa meraup laba.

Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia
Gene Munster, investor di Loup Ventures dari Amerika Serikat, bahkan berpendapat bahwa pada dasarnya model bisnis spotify sudah jelek dari awal terus merugi meski menduduki peringkat nomor satu dunia. Jadi, apakah spotify akan terus merugi sampai kapanpun? Setidaknya hal yang bisa dilakukan spotify adalah memiliki tepung dan gula sendiri untuk menjual donat.

Spotify Harus Berinovasi


Spotify dan aplikasi streaming musik lain sebenarnya punya kapasitas untuk bertindak seperti label rekaman. Netflix contohnya, sebelum mulai memproduksi konten sendiri, layanan streaming film tersebut pada awalnya berkonsep seperti toko rental film dan series. Dengan membuat dan menyebarkan konten buatan sendiri, netflix tak perlu membayar biaya royalti seperti yang dilakukannya saat menyiarkan konten pihak ketiga.

Apple Music pernah melakukan konsep serupa dalam skala kecil ketika menjalin kesepakatan dengan Chance the Rapper. Mereka membayar change the rapper sekitar 7,2 miliar rupiah untuk program musik eksklusif platformnya selama 2 minggu. Spotify sebenarnya bisa mengambil langkah serupa.

Namun CEO spotify Daniel Ek pernah mengeluarkan pernyataan kalau ia tidak pernah melihat Spotify sebagai label rekaman. Spotify juga bisa belajar dari Tencent Music. Tencent Music berhasil meraup profit karena mengembangkan alternatif saluran pendapatan di samping biaya berlangganan layanan streaming musik.

Tencent music juga mengembangkan aplikasi karaoke virtual bernama WeSing. Mirip dengan Tik Tok, para pengguna WeSing dapat merekam dan menyiarkan dirinya bernyanyi dengan koleksi lagu yang dimiliki Tencent Music.
Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia

Para pengguna lain yang menonton rekaman tersebut dapat membeli hadiah virtual dan mengirimnya pada streamer yang bernyanyi di WeSing. Sebagian kecil penghasilan dari penjualan hadiah virtual tersebut diberikan kepada pihak streamer, dan sisanya menjadi penghasilan Tencent Music.

Skema ini berhasil meningkatkan pendapatan Tencent Music dari sekitar 4,5 Triliun Rupiah di tahun 2016 menjadi sekitar 16,2 Triliun Rupiah di 2017. Kesimpulannya, spotify mau tak mau harus berinovasi, seperti Apple music atau Tencent Musik, agar bisa meraih profit di masa depan.

Kesimpulan

Spotify sebenarnya sudah mulai berinisiatif, mereka sudah mulai mengeluarkan konten podcast eksklusif pasca mengakuisisi Gimlet Media dan Anchor pada Februari 2019 lalu. Spotify berharap konten podcast eksklusif di platformnya akan menghasilkan keuntungan di 2019.

Jadi, kita tunggu saja kira-kira inisiatif apalagi yang akan dilakukan spotify untuk meraup keuntungan.

Sumber: Channel YT Tech In Asia ID

Buat kamu yang ingin mendapatkan highlights dan gol seputar dunia sepak bola, gol-gol indah, momen ngakak, skills keren, update skor atau melihat hal-hal lainnya dalam dunia sepak bola atau juga video lucu dalam sepak bola, kamu bisa kunjungi channel youtube saya bernama HDSports. Atau kamu bisa juga klik logo youtube di bawah ini. Jangan lupa di Subscribe ya sobat.

youtube

0 Response to "Spotify terus Rugi meski jadi Nomor 1 Dunia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel